News Ticker

Menu

Browsing "Older Posts"

Browsing Category "Health"

Apakah Onani Bisa Membatalkan Puasa?

Saturday, 5 July 2014 / No Comments
Onani atau masturbasi adalah rangsangan fisik yang dilakukan terhadap kelamin untuk menghasilkan perasaan nikmat dan mani ketika itu dikeluarkan dengan paksa dengan cara disentuh atau digosok-gosok. Bagaimana jika perbuatan onani ini dilakukan saat puasa? Apakah puasa jadi batal?

Menurut mayoritas ulama, onani atau masturbasi termasuk pembatal puasa. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah Ta’ala berfirman,

يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَأَكْلَهُ وَشُرْبَهُ مِنْ أَجْلِى

“Orang yang berpuasa itu meninggalkan syahwat, makan dan minumnya.” (HR. Bukhari no. 7492). Dan onani adalah bagian dari syahwat.

Ibnu Qudamah dalam Al Mughni berkata,

وَلَوْ اسْتَمْنَى بِيَدِهِ فَقَدْ فَعَلَ مُحَرَّمًا ، وَلَا يَفْسُدُ صَوْمُهُ بِهِ إلَّا أَنْ يُنْزِلَ ، فَإِنْ أَنْزَلَ فَسَدَ صَوْمُهُ ؛ لِأَنَّهُ فِي مَعْنَى الْقُبْلَةِ فِي إثَارَةِ الشَّهْوَةِ

“Jika seseorang mengeluarkan mani secara sengaja dengan tangannya, maka ia telah melakukan suatu yang haram. Puasanya tidaklah batal kecuali jika mani itu keluar. Jika mani keluar, maka batallah puasanya. Karena perbuatan ini termasuk dalam makna qublah yang timbul dari syahwat.”

Imam Nawawi dalam Al Majmu’ (6: 322) berkata, “Jika seseorang mencium atau melakukan penetrasi selain pada kemaluan istri dengan kemaluannya atau menyentuh istrinya dengan tangannya atau dengan cara semisal itu lalu keluar mani, maka batallah puasanya. Jika tidak, maka tidak batal.”

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin berkata, “Jika seseorang memaksa keluar mani dengan cara apa pun baik dengan tangan, menggosok-gosok ke tanah atau dengan cara lainnya, sampai keluar mani, maka puasanya batal. Demikian pendapat ulama madzhab, yaitu Imam Malik, Syafi’i, Abu Hanifah, dan Ahmad. Sedangkan ulama Zhohiriyah berpendapat bahwa onani tidak membatalkan puasa walau sampai keluar mani. Alasannya, tidak adanya dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah yang membuktikan bahwa onani itu membatalkan puasa. Dan tidak mungkin kita menyatakan suatu ibadah itu batal kecuali dengan dalil dari Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Akan tetapi, aku sendiri –wallahu a’lam- mungkin berdalil dengan dua alasan (yang menunjukkan batalnya puasa karena onani):

1. Dalam hadits qudsi yang shahih, Allah Ta’ala berfirman,

يَدَعُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِى

“Orang yang berpuasa itu meninggalkan makan, minum dan syahwat karena-Ku.” (HR. Ahmad, 2: 393, sanad shahih). Onani dan mengeluarkan mani dengan paksa termasuk bentuk syahwat. Mengeluarkan mani termasuk syahwat dibuktikan dalam sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ « أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ ».

“Menyetubuhi istri kalian (jima’) termasuk sedekah.” Para sahabat pun bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa salah seorang dengan syahwatnya mendatangi istrinya bisa mendapatkan pahala?” “Bukankah jika kalian meletakkan syahwat tersebut pada yang haram, maka itu berdosa. Maka jika diletakkan pada yang halal akan mendapatkan pahala,” jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Muslim no. 1006)

2. Dalil qiyas (analogi), yaitu dalam hadits telah disebutkan mengenai batalnya puasa karena muntah yang sengaja, bekam dengan mengeluarkan darah. Dan keduanya melemahkan badan. Sedangkan keluarnya makanan (dari muntah), itu jelas melemahkan badan karena badan menjadi kosong sehingga menjadi cepat lapar dan kehausan. Adapun keluarnya darah (lewat bekam), itu juga jelas melemahkan badan. Demikian halnya kita temukan pada onani yaitu keluarnya mani yang menyebabkan lemahnya badan. Oleh karenanya, ketika keluar mani diperintahkan untuk mandi agar kembali menfitkan badan. Inilah bentuk qiyas dengan bekam dan muntah.

Oleh karenanya, kami katakan bahwa keluarnya mani dengan syahwat membatalkan puasa karena alasan dari dalil maupun qiyas. (Demikian penjelasan beliau yang diringkas dari Syarhul Mumthi’).
Intinya, onani menyebabkan puasa batal dan wajib mengqodho’, tanpa menunaikan kafaroh.

Semoga bahasan singkat ini menjadi ilmu yang bermanfaat. Moga Allah memberi kita taufik untuk melaksanakan puasa dengan sempurna dan moga kita senantiasa mendapat taufik untuk meninggalkan yang haram.

Wallahu waliyyut taufiq.

8 Tips Rasulullah S.A.W Dalam Menjaga Kesehatan

Sunday, 22 June 2014 / No Comments

1. Selalu bangun sebelum subuh

Rasulullah SAW mengajak umatnya untuk bangun sebelum Subuh untuk melaksanakan sholat sunah dan sholat Subuh secara berjamaah.

Hal ini memberi hikmah yang mendalam antaranya mendapat limpahan pahala, kesegaran udara subuh yang baik serta memperkuat pikiran.

2. Sering menjaga kebersihan

Rasulullah SAW selalu bersih dan rapi. Setiap Kamis atau Jumat, Beliau mencuci rambut halus di pipi, memotong kuku, bersikat dan memakai parfum.

“Mandi pada hari Jumat adalah sangat dituntut untuk setiap orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan pemakai harum-haruman. “(HR. Muslim)

3. Makan sekadar yang perlu

Sabda Rasulullah SAW yang artinya: “Kami adalah satu kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan).” (Muttafaq Alaih)

Dalam tubuh manusia ada tiga ruang untuk tiga benda: Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan.

Bahkan ada satu pendidikan khusus untuk umat Islam yaitu dengan berpuasa pada Ramadan untuk menyeimbangkan kesehatan selain Nabi selalu berpuasa sunat.

4. Gemar berjalan kaki

Rasulullah SAW berjalan kaki ke masjid, pasar, medan jihad dan mengunjungi rumah sahabat. Bila berjalan kaki, keringat pasti mengalir, pori terbuka dan peredaran darah berjalan lancar.

Ini penting untuk mencegah penyakit jantung. Dibandingkan kita sekarang yang lebih nyaman menaiki kendaraan. Kalau mau meletakkan kendaraan, harus parkir persis di depan tempat yang ingin kita pergi. Maksudnya tidaklah seandainya tujuan yang kita pergi itu jauhnya 30 kilometer harus berjalan kaki, cuma jika tempat “parkir” mobil agak jauh sedikit dari tempat yang dituju, ambillah peluang ini untuk “berolahraga”.

5. Tidak pemarah

Nasihat Rasulullah ‘jangan marah’ diulangi sampai tiga kali. Ini menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasad, tetapi lebih kepada kebersihan jiwa.

Ada terapi yang tepat untuk menahan perasaan marah yaitu dengan mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka harus kita duduk dan ketika sedang duduk, maka harus berbaring.

Karena marah itu dari setan dan setan itu asalnya dari api, maka segeralah mengambil wudhu dan shalat dua rakaat untuk mendapatkan ketenangan serta menghilangkan kegelisahan di hati.

6. Optimis dan tidak berputus asa

Sikap optimis memberikan efek emosional yang mendalam bagi kelapangan jiwa selain harus banyakkan sabar, istiqamah, bekerja keras serta tawakal kepada Allah SWT.

7. Tidak pernah iri hati

Untuk menjaga stabilitas hati dan kesehatan jiwa, semestinya kita harus menjauhi dari sifat iri hati. “Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari sifat-sifat mazmumah dan hiasilah diriku dengan sifat-sifat mahmudah.”

8. Pemaaf

Pemaaf adalah sifat yang sangat dituntut untuk mendapatkan ketentraman hati dan jiwa. Memaafkan orang lain membebaskan diri kita dari dibelenggu api kemarahan.

Jika kita marah, maka marah itu melekat pada hati. Justru, jadilah seorang yang pemaaf karena yang pasti badan sehat.

semoga bermanfaat

6 Macam Makanan Sehat dari Nabi demi Menjaga Kebugaran Selama Berpuasa

Saturday, 21 June 2014 / No Comments
Sungguh Islam adalah agama yang lengkap bagi umat-Nya. Alquran dan hadis Rasulullah saw menjadi dua pedoman hidup yang lebih dari cukup untuk mencapai berkah dan ridho-Nya. Kesempurnaan Islam terletak dalam syariah yang mengatur segala aspek kehidupan manusia. Tujuannya tidak lain agar manusia, terutama umat Islam, mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Salah satu aspek yang diperhatikan Islam adalah kesehatan. Rasulullah saw mencontohkan gaya hidup Islami yang sehat, salah satunya dalam mengkonsumsi makanan. Sebenarnya, semua makanan yang Allah SWT karuniakan di kehidupan ini memiliki manfaat dan faidah masing-masing.

Namun, ada sejumlah makanan yang secara khusus disebutkan Allah dalam Alquran dan Rasulullah saw dalam hadisnya. Makanan-makanan tersebut bahkan sangat baik jika dikonsumsi secara rutin, terutama di bulan Ramadan untuk menjaga kebugaran.

Berikut enam makanan yang disebutkan dalam Alquran dan hadis,

1. Madu

Madu secara khusus disebutkan Allah SWT dalam Alquran, di Surat An-Nahl ayat 68-69.

"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, 'Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia, kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).' Dari perut lebah itu keluar minuman madu yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan."

Sementara dalam salah satu hadis, Rasulullah SAW bersabda, "Hendaklah kalian menggunakan dua obat yaitu madu dan Alquran. (lihat Sunan Ibnu Majah, j.II, h 1142, hadis no 3452, bab Madu).

Bukhari dan Muslim pun meriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri ra, bahwa seseorang datang kepada Nabi saw dan mengadu, "Wahai Rasulullah, saudaraku terkena diare. Rasulullah SAW kemudian bersabda, 'Minumkanlah madu kepadanya'.  Orang itupun kemudian meminumkan madu kepada saudaranya. Akan tetapi, ia kemudian datang lagi kepada Nabi dan  mengadu untuk kedua kalinya, 'wahai Rasulullah, aku sudah meminumkan madu kepadanya, tetapi diarenya justru semakin parah'. Nabi SAW pun bersabda lagi, 'Pergilah dan minumkanlah madu kepadanya'. Orang tersebut pun lantas meminumkan madu lagi kepada saudaranya itu. Ia pun kembali datang mengadu, 'wahai Rasulullah, minum madu justru semakin memperparah diarenya'. Rasulullah SAW kemudian bersabda, 'Maha Benar Allah dan telah berdusta perut saudaramu. Pergilah dan minumkanlah madu kepadanya'. Orang tersebut lantas pergi, dan meminumkan madu kepada saudaranya. dan tak lama kemudian, saudaranya itu pun sembuh.

Dalam kitab Ath-thibb minal Kitab was Sunnah, Muwafiquddin Al Baghdadi mengatakan, "Rasulullah SAW biasa minum madu setiap hari, yaitu madu yang dicampur air. Beliau meminumnya di pagi hari ketika perut masih kosong".

2. Kurma

Berkenaan dengan keberkatan kurma, ada beberapa hadis yang menyebutkan keutamaan tersebut. Sebagaimana hadis berikut ini yang diriwayatkan dari Anas ra bahwa ia berkata:

“Rasulullah saw bersabda, 'Sebaik baik kurma adalah al-barniy. Ia boleh menghilangkan penyakit dan tidak mengandungi penyakit”.(HR Ibnu Adi, Baihaqi dan Ad-Dhiya).

Rasulullah saw juga bersabda, "Rumah yang tidak ada kurma di dalamnya, maka kelaparanlah bagi penghuninya atau laparlah penghuninya". (HR Muslim dan Tirmizi).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahawa Rasulullah saw bersabda, "Sebaik-baik makanan sahur bagi orang mukmin adalah kurma". (HR Ibnu Hibban dan Baihaqi).

Sementara itu, keberkatan kurma 'Ajwah Madinah yaitu dapat menyembuhkan sakit dan penawar racun. Diriwayatkan dari 'Aisyah ra bahawa ia berkata, Rasulullah saw bersaba, "Pada kurma 'ajwah 'aliyah dipermulaan pagi sebelum sarapan adalah penyembuh dari setiap sihir dan racun". (HR Ahmad)

3. Tsarid (Bubur Daging)

Tsarid (bubur daging) memiliki keutamaan dibandingkan makanan yang lain, di antara banyaknya hadis soheh menyebutkan keutamaan tersebut. Sebagaimana disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Nabi saw bahwa beliau bersabda, "Keutamaan 'Aisyah dibandingkan semua wanita, bagaikan keutamaan tsarid (bubur daging) atas semua makanan". (HR Muslim )

Diriwayatkan dari Salman Al-Farisi secara marfu' bahawa Nabi saw bersabda,"Keberkatan itu terdapat di dalam tiga perkara: berjamaah, tsarid (bubur daging) dan makan sahur". (Lihat Silsilah Al Hadis As Sohehah, hadis no 1045)

Diriwayatkan dari Asma binti Abu Bakar ra bahwa Apabila dirinya membuat tsarid, ia menutupinya dengan sesuatu sehingga hilang asapnya. Ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, 'Sesungguhnya Tsarid merupakan berkat yang paling besar". (HR Ahmad dan Ad-Darimi)

4. Susu

Berkenaan dengan keberkatan susu, ada beberapa hadis yang menyebutkan keutamaan tersebut. Sebagaimana hadis berikut ini yang diriwayatkan dari Ummu Salim Ar-Rasin bahawa ia berkata, "Aku mendengar 'Aisyah ra mengatakan, "Apabila dihidangkan susu kepada Rasulullah saw, beliau bersabda, 'Keberkatan atau dua keberkatan". (HR Ibnu Majah)

Dari Aisyah ra bahawa ia mengatakan, "Apabila Rasulullah saw diberi susu, beliau bersabda, 'Betapa banyak rumah yang di dalamnya terdapat satu keberkatan atau dua keberkatan". (HR Ahmad)

5. Air Zamzam

Sesungguhnya sebaik-baik air yang ada di bumi dan yang paling bermanfaat adalah air zam-zam. Di dalamnya terdapat penyembuh dari segala penyakit, pengenyang dari setiap rasa lapar dan penyegar dari rasa haus. Ini sebagaimana yang diriwayatkan dari Ubadah bin Shamit ra bahwa ia berkata,"Abu Dzar menuturkan dalam hadis yang panjang, lalu ia menyebutkan pertanyaan Nabi saw kepadanya, 'Sejak kapan kamu di sini?' Aku (Abu Dzar) menjawab, 'Kami di sini sejak 30 hari, siang dan malam'. Rosulullah SAW bertanya: 'Siapa yang memberikan kamu makan?' Aku menjawab, 'Tidak ada makanan padaku kecuali air zam-zam. Aku menjadi gemuk sampai perutku buncit, dan tidak aku dapati rasa lapar dalam perutku'. Lantas beliau saw bersabda, 'Sesungguhnya itu air yang diberkati, makanan yang mengenyangkan dan penyembuh penyakit'. (H/R Muslin dan At Thayalisi)

Dari Ibnu Abbas ra bahawa ia berkata: Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya sebaik-baik air yang ada di bumi adalah air zam-zam. Di dalamnya terdapat pengenyang dari segala rasa lapar dan penyembuh penyakit. Dan seburuk-buruk air yang ada di bumi adalah air yang ada di lembah Badhut daerah Hadramaut, seperti kaki serangga belalang. Kalau pagi memancar dan petang hari tidak ada airnya". (HR Thabrani dan Ad-Dhiya)

6. Minyak Zaitun

Cukuplah sebagai dalil untuk kita akan keberkatan pokok zaitun sebagaimana firman Allah swt dalam Alquran surat An-Nur ayat 35.

"Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat per­umpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. 24:35)

Dari Abi Usaid Al-Anshari bahawa ia berkata, Rasulullah saw bersabda,"Makanlah minyak zaitun! Sesungguhnya ia diberkati. Berlauklah dengannya dan berminyaklah dengannya! Sesungguhnya ia keluar dari pokok yang diberkati”. (H/R Ahmad, Ad Darimi dan Tirmizi)

Islam Tentang Kesehatan erat hubungan dengan Kebersihan

/ No Comments
Arti kata Islam secara harfiah adalah ‘Kedamaian’ dimana hal ini menjadi tujuan utama bagi semua penganut Islam yang disebut sebagai umat Muslim. Islam adalah satu-satunya agama yang memberikan petunjuk yang lengkap dan jelas tentang cara bagaimana mencapai kedamaian dan keselerasan dalam kehidupan kita dan semua itu termaktub dalam kalimat-kalimat bahasa Arab yang tidak pernah berubah dan dikenal sebagai kitab Al-Quran.

Ajaibnya selama 1400 tahun terakhir ini semua penemuan-penemuan ilmiah telah menjadikan Al-Quran lebih mudah dipahami dan tidak ada kontradiksi di dalamnya. Gereja Kristen di masa Renaissance berkutat dengan konsep bahwa bumi ini sebenarnya kecil sekali dan merupakan bagian tidak berarti dari keseluruhan alam semesta, sedangkan Islam dan Al-Quran sudah menjelaskannya 1000 tahun sebelumnya. Tidak ada peristiwa dalam sejarah Islam dimana ilmu pengetahuan tidak lebih mencemerlangkan ajaran Al-Quran. Kita bisa melihat profesi kita sendiri dan mencari petunjuk dari Islam untuk mencapai kedamaian dan keselarasan dalam rutinitas kita setiap hari.

Dalam profesi saya sebagai seorang dokter, saya telah mempelajari bagaimana semua jaringan dan organ tubuh manusia bekerja dalam suatu harmoni terkendali dalam upaya mencapai keselesaan dan kedamaian. Bentuk kedamaian internal atau kesehatan ini juga yang menjadi sasaran mendasar dalam agama Islam. Bukan bentuk kedamaian sosial, ekonomi atau politis, tetapi kedamaian phisikal.

Sebagai seorang dokter, yang juga menyedihkan adalah saya juga harus menyaksikan adanya kesakitan, penderitaan dan kematian berulang kali. Penderitaan merupakan bagian yang harus ada untuk kehidupan di muka bumi. Tanpa adanya penderitaan maka tidak akan ada motivasi yang akan mendorong manusia menggapai perbaikan spiritual mau pun ilmiah yang pada akhirnya akan mendekatkan manusia kepada Tuhan. Hanya saja banyak sekali dari penderitaan yang saya saksikan di rumah-rumah sakit sepertinya ditimbulkan oleh diri pasien sendiri dan karena itu muncul pertanyaan: “Apakah ada tuntunan di dalam Al-Quran yang bisa memperbaiki kesehatan atau kedamaian phisikal kita dalam bentuk pemahaman ilmiah modern?”

Saya akan membahas filsafat dari beberapa ajaran Islam, khususnya yang berkaitan dengan daging babi, minuman alkohol, kebiasaan makan dan kebersihan. Pada akhirnya sains modern secara berangsur dan dengan berjalannya waktu untuk mengembangkan pemahaman, mengakui kebenaran pengaturan cara makan dan pembatasan yang diberikan Islam meski pun pada awalnya menganggap prinsip-prinsip itu sebagai tidak berdasar dan hanya sebagai mengekang saja.

Al-Quran menyatakan:

‘Diharamkan bagimu daging hewan yang mati dengan sendirinya dan darah dan daging babi dan hewan yang disembelih dengan menyebut nama yang lain dari Allah . . . tetapi barangsiapa terpaksa memakan sesuatu yang haram karena kelaparan dan bukan sengaja cenderung kepada dosa, maka ketahuilah bahwa Allah itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang.’ (S.5 al-Maidah:4)

Yang menarik ialah Injil juga menyatakan:

‘Demikian juga babi karena memang berkuku belah yaitu kukunya bersela panjang, tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.’ (Imamat 11:7-8)

Filsafat ajaran Islam mengemukakan gagasan bahwa makan suatu jenis makanan mempunyai dua pengaruh. Yang pertama mempengaruhi tubuh dan yang kedua mempengaruhi jiwa. Karena itu jika kita makan hewan yang kotor maka juga akan ada pengaruh buruknya pada jasmani dan ruhani kita.

Pengaruh jasmaniah dari memakan daging babi antara lain adalah kejangkitan ‘virus influenza babi’ yang menimbulkan penyakit seperti flu umumnya, kejangkitan parasit seperti cacing pita yang bisa bertahan di saluran pencernaan gastrointestinal manusia dan mengakibatkan malnutrisi dan anemi. Daging babi juga mengandung kadar lemak yang luar biasa tinggi yang akan membawa penyakit tekanan darah tinggi serta tersumbatnya saluran-saluran darah oleh tumpukan lemak yang akhirnya menimbulkan serangan dan stroke jantung.

Pengaruh daging babi atas jiwa menurut filsafat Islamiah adalah menurunkan atau merusak nilai-nilai moral seperti kesucian diri, rasa malu, harga diri, kejujuran dan integritas. Pada umumnya orang sama berpendapat bahwa ‘apa yang anda makan adalah cerminan diri anda’ dimana dikemukakan contoh perbedaan kepribadian dari orang-orang yang biasa memakan daging dengan mereka yang hanya makan sayuran (vegetarian). Pemakan daging biasa digambarkan sebagai orang yang agresif dan kompetitif, sedangkan vegetarian umumnya lebih lembut dan lemah. Banyak dari gejala kejiwaan seperti apathi, depresi, mudah tersinggung dan uring-uringan seringkali terkait dengan kelebihan atau kekurangan vitamin yang dimakan. Pada dasarnya kita baru mulai memahami bahwa apa yang diajarkan Islam sejak awal ialah apa yang kita makan besar pengaruhnya atas diri kita dan bukan hanya sebagai material pertumbuhan dari tubuh jasmani semata karena ruhani dan kepribadian kita pun terpengaruh.

Karena Islam merupakan agama yang lengkap maka tidak ada batasan yang bersifat mutlak, sebagaimana juga dinyatakan Al-Quran:

‘. . . tetapi barangsiapa terpaksa memakan sesuatu yang haram karena kelaparan . . . maka ketahuilah bahwa Allah itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang.’ (S.5 al-Maidah:4)

Dari sini bisa disimpulkan bahwa terkadang ada manfaat sesaat yang bisa diperoleh dari pelampauan batasan demi mencegah kelaparan dan kematian. Salah satu contohnya adalah penggunaan insulin babi guna pengobatan diabetes yang sudah menjadi cara pengobatan utama selama 20 tahun terakhir, walau sekarang secara berangsur telah digantikan oleh insulin manusia. Katup jantung babi masih dipakai untuk transplantasi jantung manusia ketika katup jantungnya telah melemah atau menyempit. Jadi kita lihat bahwa Islam tidaklah sekaku sebagaimana anggapan orang.

Kitab suci Al-Quran juga menyatakan bahwa ‘daging hewan yang mati dengan sendirinya’ tidak boleh dimakan. Pada intinya hal ini berarti bahwa kita dilarang memakan daging hewan yang mati karena penyakit atau sebab alamiah. Belum lama di negeri ini kita bisa melihat bagaimana karkas hewan yang dihancurkan, termasuk sumsum tulang belakangnya, yang dijadikan pakan ternak secara luas, ternyata telah menimbulkan penyakit sapi gila. Sayangnya penyakit ini bisa menular kepada manusia dengan akibat yang berat atau fatal, dimana semua itu hanya karena karkas hewan yang mati dan berpenyakitan telah dilumatkan dan dijadikan pakan hewan lainnya.

Selanjutnya tentang cara makan atau diet dimana  Rasulullah saw bersabda ‘Jika seseorang makan berkecukupan saja tidak sampai kenyang maka dalam dirinya akan terisi nur.’ Beliau juga mengemukakan berbagai manfaat jasmaniah dari laku puasa. Sekarang ini kita sudah memahami sepenuhnya bahwa makan berlebihan sama sekali tidak sehat. Demikian jelasnya tidak sehat laku demikian sehingga saya tidak akan menyia-nyiakan waktu anda dengan mengurut berbagai penyakit akibat berlebihan makan seperti macam-macam jenis penyakit pembuluh darah sampai pada gangguan psikologi dan emosional yang terkait dengan berat badan.

Kebersihan dan Pencegahan Penyakit

Secara ringkas saya akan beralih kepada masalah kebersihan dan pencegahan penyakit. Islam mengharuskan kita untuk berwudhu yang sifatnya membersihkan tangan, kepala dan kaki kita sebelum shalat, lima kali sehari dengan air yang mengalir. Semua ini menjadi bukti nyata bahwa dengan cara ini bisa dihindari berbagai macam penyakit termasuk seperti penyakit gusi, infeksi kulit dan masalah kaki. Di masa lalu, banyak rumah sakit yang dikritik karena tidak menyediakan fasilitas membasuh tangan yang sederhana padahal cara ini dianggap bisa mengurangi infeksi rumah sakit lebih dari 60%. Dalam rumah-rumah sakit besar dan modern sekarang ini sepertinya kita baru menyadari bahwa membasuh tangan dengan air itu akan mengurangi penyebaran penyakit menular.

Saya juga akan menyinggung penyakit kejiwaan. Dalam agama Islam, peran dari nilai-nilai kekeluargaan dan pendidikan anak yang baik memperoleh penekanan secara khusus. Rasulullah saw bersabda bahwa ‘Bagi seorang ayah, tidak ada pemberian yang lebih berharga dari pendidikan bagus kepada anak-anaknya.’ Sekarang ini diakui betapa banyak masalah kesehatan kejiwaan dan kepribadian ganjil yang berawal pada masa kecil yang sulit, teraniaya atau terabaikan. Kekurangan di dalam pendidikan masa kanak-kanak mereka telah membekas pada relung-relung dari pikiran seorang anak yang kemudian menjadi dasar dari perilaku tidak normal di masa dewasanya. Semua itulah yang kemudian menjadi dasar dari psikoterapi modern, atau apa yang masih tersisa tentunya.

Berkaitan dengan alkohol, kitab suci Al-Quran menyatakan:

‘Mereka bertanya kepada engkau tentang arak dan judi. Katakanlah “Di dalam keduanya ada dosa dan kerugian besar dan juga beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa dan kerugiannya lebih besar dari manfaatnya. . .’ (S.2 Al-Baqarah:220)

Satu dari lima laki-laki yang masuk rumah-rumah sakit di Inggris mempunyai penyakit yang berkaitan dengan alkohol. Lima persen dari cedera kepala yang ada di ruang ‘Gawat Darurat’ berkaitan dengan alkohol. Alkohol menimbulkan masalah-masalah phisikal, sosial dan psikologikal. Saya pernah melihat pasien yang badannya bergetar hebat, halusinasi, berkeringat atau kejang-kejang akibat dari usaha menghentikan alkohol. Saya juga pernah melihat pasien lain dengan gejala depresi berat disamping juga mereka yang harus mengikuti program konsel keluarga untuk menjaga perkawinan mereka yang diakibatkan oleh aniaya phisikal di bawah pengaruh alkohol. Semua itu baru aspek psikologis dari penyakit yang terkait dengan alkohol.

Beralih ke masalah jasmaniah, saya melihat banyak pasien yang masuk ruang bedah dengan pendarahan lambung yang parah, muntah darah dari mulut dan buang air darah, karena penyakit yang sepenuhnya diakibatkan kerusakan oleh alkohol. Yang juga rusak karena alkohol adalah otak, hati dan pankreas.

Islam mengakui juga bahwa alkohol memang ada kegunaannya dan kita juga bisa melihat banyak obat-obatan homeopati atau pun allopati yang menggunakan alkohol sebagai pelarut, namun secara keseluruhan penggunaannya tidak dianjurkan. Islam mengedepankan kedamaian sosial, sedangkan dalam alkohol orang menemukan kelepasan semu yang bersifat sementara dari realitas dan tanggungjawab kehidupan. Kalau orang sampai tidak bisa bicara atau makan tanpa bantuan alkohol maka masyarakat bersangkutan akan runtuh. Angka kejahatan akan menjulang karena sekarang ini banyak dari laku kriminal yang terkait dengan alkohol. Sebuah pepatah Cina menyatakan ‘Mula-mula manusia mengambil minuman, lalu minuman akan mengambil minuman dan akhirnya minuman yang mengambil manusia.’

Rasulullah saw bersabda ‘Tidak ada penyakit yang tidak disediakan obatnya oleh Tuhan.’ Di masa kini kita menyadari bahwa banyak dari obat-obatan yang berasal dari tanaman seperti misalnya antibiotika penisilin yang berasal dari sejenis jamur bernama Penicillium yang tumbuh pada buah dan roti yang membusuk, serta stimulan hati digoxin yang berasal ekstraksi daun kering tanaman foxglove (digitalis purpurea).

Dalam usaha mencapai kedamaian jasmani dan kesehatan, Islam telah banyak memberikan petunjuk, sebagian sudah kita ketahui, sebagian sedang terungkap dan yang lainnya akan diketahui nanti. Semoga saya telah berhasil memberikan alasan-alasan mengenai pembatasan yang diberikan Islam sepanjang yang saya ketahui berkaitan dengan masalah kesehatan namun saya ingin menyudahinya dengan menekankan bahwa manusia sesungguhnya terbatas dalam segala hal, termasuk pengetahuannya dan tidak bisa memuaskan semua keinginannya dengan sarana materialistis yang tersedia, untuk mana perlu baginya menyubal atau menunjangnya dengan doa.

Islam - Kebersihan dan Kesehatan Jasmani dan Ruhani
Oleh: Dr. A. S. K. Ghauri - U. K.
Penterjemah : A.Q.Khalid 

Bahaya, Merokok Bisa Akibatkan Tuli

/ No Comments
MANCHESTER, Sebuah studi terbaru memperlihatkan, perokok aktif dan pasif memiliki resiko mengalami gangguan pendengaran.

Menurut penelitian yang dilakukan Universitas Manchester, Inggris, perokok aktif berpeluang 15,1 persen lebih tinggi alami gangguan pendengaran dibandingkan perokok pasif.

Namun, perokok pasif memiliki peningkatan risiko gangguan pendengaran sebesar 28 persen. Sementara itu, mantan perokok memiliki risiko lebih rendah mengalami tuli, mungkin karena mereka mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat secara keseluruhan.

Untuk sampai pada hasil ini, para peneliti mempelajari 164.770 orang dewasa di Inggris yang berusia 40-69 tahun. Para partisipan ini menjalani tes pendengaran antara tahun 2007 dan 2010 saat bergabung dengan UK Biobank, sebuah proyek nasional untuk meningkatkan kesehatan.

"Memberikan sekitar 20 persen dari populasi asap di Inggris dan hingga 60 persen di beberapa negara, merokok mungkin merupakan penyebab signifikan gangguan pendengaran di seluruh dunia," ujar ketua penelitian, Dr. Piers Dawes dari Centre for Human Communication and Deafness, seperti dilansir Science Daily.

Kendati demikian, hingga kini hubungan antara merokok dan kehilangan pendengaran masih belum dapat dijelaskan. Namun, merokok seringkali berhubungan dengan risiko penyakit jantung.

"Kami tidak yakin apakah racun dalam asap tembakau mempengaruhi pendengaran secara langsung, atau apakah penyakit kardiovaskular yang berhubungan dengan merokok menyebabkan perubahan mikrovaskuler yang berdampak pada pendengaran, atau keduanya," kata Dr. Dawes.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the Association for Research in Otolaryngology pada 6 Juni lalu ini didanai oleh Action on Hearing Loss, Medical Research Council dan the National Institute for Health Research.

Olahraga asal asalan Bisa Bikin Gemuk Lho

Monday, 16 June 2014 / No Comments
BERAKTIVITAS fisik seperti berolahraga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satunya adalah membantu tubuh tetap kencang, bugar dan langsing.

Tetapi, sebuah studi baru dari Journal Appetite menemukan bahwa tidak semua bentuk latihan diciptakan untuk tujuan yang sama. Dalam penelitian ini disebutkan ada jenis latihan yang bisa membuat Anda justru meningkatkan konsumsi kalori, sehingga upaya melangsingkan tubuh gagal.

Untuk studi ini, peneliti asal Jerman meminta 96 peserta berusia rata-rata 26 tahun untuk bersepeda selama 20 menit di dalam ruangan. Kemudian, mereka diberi makanan kue kering dengan jumlah tidak terbatas.

Selanjutnya, tim peneliti membagi para peserta menjadi dua kelompok. Kelompok pertama melakukan latihan pembakaran lemak dan kelompok kedua melakukan latihan daya tahan, apa yang terjadi?

Pertama, para peserta di kelompok latihan pembakaran lemak berhasil menurunkan kalori lebih banyak dibanding mereka yang fokus pada latihan daya tahan, meskipun intensitasnya sama. Kedua, para peserta dengan latihan pembakaran lemak juga makan lebih banyak kue kering dibandingkan mereka yang melakukan latihan daya tahan, tetapi jika mereka dibebaskan dari peraturan.

Menariknya, tim peneliti mengatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara peserta yang diberi peraturan ketat dengan yang tidak. Para peneliti percaya bahwa kelompok dengan latihan pembakaran lemak makan lebih banyak karena peraturan tidak ketat.

Ketika orang-orang mendengar kata-kata pembakaran lemak, kebanyak dari mereka berpikir itu sesuatu latihan yang lebih keras dan intens dari sekedar daya tahan. Oleh karenanya mereka lebih mungkin untuk overcompensate untuk membakar dan mengonsumsi lebih banyak kalori, terutama jika mereka dilabeli kelompok rendah disiplin.

Untuk menghindari efek overcompensation, harus dilakukan pergeseran pola pikir Anda. Alih-alih berfokus pada seberapa banyak kalori yang Anda pikir terbakar, cobalah fokus untuk makan dengan penuh kesadaran dan healthfully, terlepas dari jenis latihan yang baru saja dilakukan. Demikian sebagaimana dilansir Womenshealthmag.